Memuat...

Sinergi Kampus dan Startup Teknologi Dorong Kompetensi Mahasiswa Informatika UPGRIS

Bintang Bradhiena Surya
Admin · 26 Jun 2026 · 57 views · MAGANG INDUSTRI
Penulis (Mahasiswa): Slamet Nur Aziz (21670063) Direview Oleh: Erna Rosalina pada 10 Jun 2026 16:10 Dipublikasikan Oleh: Erna Rosalina pada 26 Jun 2026 06:49
Sinergi Kampus dan Startup Teknologi Dorong Kompetensi Mahasiswa Informatika UPGRIS

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di bangku perkuliahan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di dunia industri. Hal tersebut dijalani oleh Slamet Nur Aziz, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang mengikuti program magang industri di iDev Semarang sebagai Mobile Apps Developer.

Bagi Aziz, mengikuti magang di perusahaan teknologi menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai calon programmer. Pengalaman terjun langsung ke dunia industri dinilai memberikan banyak pembelajaran yang tidak diperoleh sepenuhnya di ruang kelas. Selama menjalani program magang, Aziz memulai proses pembelajaran dari dasar-dasar Flutter hingga tahap pengembangan aplikasi tingkat lanjut. Dalam kurun waktu sekitar dua minggu, ia mempelajari fundamental Flutter, kemudian melanjutkan ke materi yang lebih kompleks hingga memasuki tahap pengembangan proyek industri nyata.

Pada bulan terakhir masa magangnya, Aziz bersama tim iDev Semarang terlibat dalam proyek digitalisasi sistem operasional sebuah jaringan resto mie ramen halal berskala nasional yang telah memiliki puluhan cabang di berbagai daerah. Dalam proyek tersebut, Aziz berfokus pada pengembangan frontend aplikasi berbasis Flutter, sementara pengembangan backend didampingi oleh mentor dari perusahaan. Sistem yang dikembangkan bertujuan membantu operasional bisnis agar lebih terintegrasi dan efisien, mulai dari pengelolaan Point of Sales (POS), sistem absensi karyawan, hingga monitoring operasional cabang secara real-time. Aziz secara khusus ikut mengembangkan fitur POS dan sistem attendance karyawan berbasis mobile. Salah satu fitur yang turut dikembangkan adalah sistem absensi berbasis AI menggunakan teknologi face recognition melalui kamera real-time. Fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses absensi karyawan yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Selain kemampuan teknis, pengalaman magang juga memberikan banyak pembelajaran mengenai dunia kerja profesional. Aziz memperoleh kesempatan untuk mengikuti meeting bersama tim, berdiskusi langsung dengan owner perusahaan, hingga melakukan presentasi aplikasi kepada pihak klien. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam membangun komunikasi profesional dan memahami kebutuhan klien secara langsung. Di sisi lain, Aziz juga merasakan perbedaan signifikan antara dunia perkuliahan dan dunia industri. Dunia kerja dinilai menuntut ketepatan waktu, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan proyek.

Selama proses pengembangan aplikasi, Aziz juga menghadapi berbagai kendala teknis dan error dalam proses coding. Namun, dukungan mentor serta lingkungan kerja yang suportif membuat proses pembelajaran berjalan lebih nyaman dan produktif. Melalui pengalaman magang tersebut, Aziz berharap dapat terus mengembangkan kemampuan di bidang software engineering.

Program magang industri dinilai menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja secara nyata. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan startup teknologi seperti ini diharapkan mampu menjadi langkah positif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan industri digital yang semakin kompetitif.

 

Tags: MAGANG INDUSTRI

Saran Baca Lanjut

Mahasiswa Informatika UPGRIS Laksanakan KKL di Bali

15 Sep 2025

Prodi Informatika UPGRIS Sambut Mahasiswa Baru Melalui POEMA 2025

30 Oct 2025