PEMALANG - Yudha Maulana NPM 23670157, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mendapatkan kesempatan berharga menjalani program magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, tepatnya di Bidang Aplikasi Informatika (Aptika), pada periode 27 Januari hingga 16 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan akademik dari Nur Latifah Dwi Mutiara Sari, S.Kom., M.Kom.

Terjun Langsung dalam Pengembangan Sistem Daerah
Di bawah bimbingan Kepala Bidang Aptika, Bapak Ade Yulioko, A.Md.Kom., S.E., mahasiswa tidak sekadar menjadi pengamat.Melalui Rutinitas Coding Sehari-hari Di Ruang E-gov Mahasiswa Terlibat Penuh Sejak Tahap Pengembangan,Mulai Dari Merancang Basis Data,Menulis Kode Program, Hingga Memastikan Atarmuka Website Terintegrasi Dengan Baik Pada Sistem Instansi.
Website ServiceDesk Pemalang sebagai Solusi Layanan IT Digital Terpadu
Pencapaian utama dari magang ini adalah keberhasilan merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi ServiceDesk berbasis web. Sistem ini dibangun dengan memanfaatkan framework Laravel 11 untuk pengolahan logika (backend) dan Tailwind CSS untuk desain antarmuka (frontend). Inovasi ini hadir untuk menjawab permasalahan nyata di lingkungan Diskominfo Kabupaten Pemalang, di mana pencatatan aduan masih manual melalui pesan instan sehingga memicu risiko hilangnya riwayat penanganan dan kerentanan terhadap pelaporan palsu.
Sistem ServiceDesk ini dirancang sebagai pusat layanan IT terpadu yang memisahkan hak akses secara jelas antara masyarakat (warga) dan tim pengelola (Admin Diskominfo). Keunggulan utama sistem ini terletak pada keamanan berlapisnya; halaman pendaftaran dilengkapi fitur verifikasi One-Time Password (OTP) yang terintegrasi melalui protokol SMTP Gmail guna memastikan setiap pelapor adalah entitas warga yang valid. Setelah terverifikasi, masyarakat dapat dengan mudah mengakses formulir pengaduan (Create Ticket) untuk melaporkan masalah layanan lengkap dengan unggahan foto bukti, sementara pihak admin memiliki dasbor khusus untuk memonitor dan memperbarui status penanganan secara terpusat.

Pada fitur pelaporan, sistem memfasilitasi pembuatan tiket aduan (Create Ticket) di mana masyarakat dapat mendeskripsikan masalah layanan publik dan melampirkan foto bukti secara langsung. Sementara itu, di sisi pengelolaan, terdapat dasbor Monitoring Laporan yang memungkinkan admin Diskominfo untuk melacak jumlah aduan yang masuk secara real-time dan memperbarui status penanganan tiket mulai dari status menunggu, diproses, hingga selesai dengan efisien.
Secara teknis, arsitektur logika sistem ini dibangun menggunakan framework PHP Laravel 11 dengan pendekatan Model-View-Controller (MVC) serta basis data relasional MySQL. Antarmuka pengguna (User Interface) dirancang dengan gaya modern dan responsif menggunakan utility-first framework Tailwind CSS. Fitur unggulan sistem ini adalah integrasi keamanan berlapis menggunakan protokol SMTP Gmail untuk pengiriman kode OTP acak sebanyak 6 digit guna memvalidasi registrasi warga. Seluruh fungsionalitas sistem telah diuji secara ketat menggunakan metode Black Box Testing dan dinyatakan valid berjalan tanpa kesalahan.

Langkah Nyata Mahasiswa untuk Pelayanan Publik
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Informatika UPGRIS mampu menghasilkan karya teknologi yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah, bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Pendidikan tinggi yang sesungguhnya bukan sekadar tentang teori atau nilai di atas kertas, melainkan keberanian untuk turun langsung ke lapangan, menciptakan solusi digital yang aman, dan berkontribusi secara konkret bagi efisiensi tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat luas.