Pati - Alivia Nuraida mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mendapatkan kesempatan berharga menjalani program magang di PT TRI JAYA TISSUE Kec. Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Pada periode 27 Januari hingga 16 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan akademik dari prodi.
Sering Kebobolan Absen? Sistem Pintar Ini Siap Jaga Kedisiplinan Karyawan Secara Real-Time!
Selama melajani program magang, Alivia tidak hanya berperan sebagai pengamat namun juga terlibat dalam kegiatan operasional mulai dari penglolaan infastructure dan mencari kendala pada sistem pencatatatan kehadiran karyawan selama ini yaitu manipulasi kehadiran.
Praktik manipulasi kehadiran digital kini tak bisa lagi dilakukan sembarangan. Sebuah sistem absensi berbasis website terbaru hadir membawa angin segar bagi para HRD yang kerap pusing menghadapi karyawan nakal.
Dikembangkan menggunakan framework Laravel, sistem absensi pintar ini mengintegrasikan Metode Haversine sebagai senjata utamanya. Metode matematika ini bertugas mengunci koordinat bumi dan mengukur jarak melengkung secara presisi. Hasilnya? Karyawan tidak akan bisa mengelabui sistem dengan lokasi palsu, karena aplikasi akan langsung memverifikasi posisi mereka secara real-time saat tombol absen ditekan. Langkah ini digadang-gadang akan menjadi standar baru dalam menciptakan ekosistem kerja yang transparan dan disiplin.

Pengalaman Pengguna yang Praktis
Kemudahan akses menjadi kunci utama dalam sistem ini. Pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan yang memberatkan memori smartphone.
Karyawan cukup membuka link absensi melalui browser di ponsel masing-masing. Sistem akan secara otomatis mendeteksi lokasi GPS perangkat dan mencocokkannya dengan radius kantor yang telah ditentukan. Hanya dalam hitungan detik, status kehadiran langsung tervalidasi tanpa perlu proses manual yang rumit.
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Kehadiran sistem absensi berbasis web dengan metode Haversine ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam manajemen sumber daya manusia. Dengan sistem yang otomatis dan objektif, HRD tidak perlu lagi membuang waktu untuk melakukan pengecekan manual atau verifikasi kehadiran yang bertele-tele.
"Harapan saya, sistem ini tidak hanya memangkas kerumitan administratif, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang transparan. Dengan data kehadiran yang jujur dan akurat, perusahaan dapat fokus meningkatkan produktivitas tanpa harus khawatir dengan isu-isu kedisiplinan dasar," tutupnya.
