Memuat...

Inovasi Mahasiswa Informatika UPGRIS: Hadirkan Sistem Pemesanan Menu Nirkontak Berbasis Web Real-Time di Noms Coffee (English Cafe Imersa)

Bintang Bradhiena Surya
Admin · 29 Jun 2026 · 22 views · MAGANG INDUSTRI
Penulis (Mahasiswa): Surya Kesuma Bilhaq Adam Albazabir (23670147) Dipublikasikan Oleh: Erna Rosalina pada 29 Jun 2026 02:57
Inovasi Mahasiswa Informatika UPGRIS: Hadirkan Sistem Pemesanan Menu Nirkontak Berbasis Web Real-Time di Noms Coffee (English Cafe Imersa)

SEMARANG – Pesatnya perkembangan teknologi informasi pada era digital saat ini telah mentransformasi paradigma operasional pada sektor industri kuliner secara signifikan. Penerapan teknologi pada industri makanan dan minuman tidak lagi sekadar berfungsi sebagai media promosi konvensional, melainkan telah bergeser menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi manajemen operasional, serta optimalisasi pengalaman konsumen. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil meluncurkan sebuah inovasi nyata berupa aplikasi pemesanan mandiri (self-ordering system) berbasis web responsif yang diterapkan langsung pada English Cafe Imersa Cabang Noms Coffee.

Inovasi rekayasa perangkat lunak yang berbobot ilmiah ini dirancang secara mandiri oleh Surya Kesuma Bilhaq Adam Albazabir di bawah bimbingan intensif dosen penasihat, Febrian Murti Dewanto. Langkah digitalisasi ini diambil untuk mengatasi keterbatasan sistem lama di Noms Coffee (Cabang dari English cafe Imersa) yang sebelumnya telah memanfaatkan teknologi Quick Response Code (QR Code), namun penerapannya masih sangat terbatas karena pelanggan hanya dapat melihat daftar menu dalam bentuk gambar statis berformat JPEG tanpa adanya fitur interaksi untuk melakukan pemesanan langsung dari meja makan.

 

Analisis Masalah Operasional dan Urgensi Digitalisasi Kuliner

Sebelum adanya sistem pemesanan online ini, pola pelayanan semi-digital di Noms Coffee sering kali memicu kendala operasional yang konkret di lapangan. Pada saat jam sibuk (peak hours), terutama pada malam hari, terjadi penumpukan antrean yang cukup panjang di area kasir karena proses pencatatan pesanan dan transaksi pembayaran masih terpusat di satu titik pelayanan. Kondisi tersebut diperparah oleh kesulitan pengelola dalam melakukan pembaruan data ketersediaan menu secara instan. Tidak jarang konsumen merasa kecewa ketika menu yang sudah mereka pilih dari rumah ternyata telah habis saat divalidasi ulang di meja kasir.

Selain itu, masalah internal seperti kelalaian manusia (human error) berupa salah identifikasi nomor meja akibat tingginya volume pesanan sejenis menjadi bukti bahwa sistem penampil gambar statis belum mampu menyelesaikan isu efisiensi layanan secara komprehensif. Berangkat dari masalah objektif tersebut, penelitian rancang bangun ini berfokus penuh untuk memotong jalur birokrasi pemesanan konvensional menjadi alur pelayanan mandiri digital yang terintegrasi secara end-to-end.

 

Penerapan Metode Waterfall dan Integrasi Teknologi Modern

Dalam proses pembangunannya, proyek rekayasa perangkat lunak ini menerapkan metode Waterfall (Model Air Terjun) sebagai kerangka kerja sistematis. Model sekuensial linear ini dipilih dengan disiplin ketat agar setiap tahapan prosedur eksekusi—mulai dari investigasi kebutuhan di lapangan, pemodelan cetak biru sistem berbasis dokumen Unified Modeling Language (UML), penerjemahan rancangan ke dalam lingkungan kode program, hingga verifikasi fungsionalitas akhir—terdokumentasi dan terukur dengan jelas guna menjamin keterulangan (reproducibility) penelitian.

Dari segi arsitektur teknologi, sistem ini dibangun menggunakan kombinasi kerangka kerja modern, yaitu Next.js, Tailwind CSS, dan layanan basis data relasional PostgreSQL dari Supabase. Komponen Server-Side Rendering (SSR) pada Next.js memastikan kecepatan muat (loading time) halaman yang sangat optimal dan adaptif saat diakses melalui browser gawai seluler pelanggan tanpa mewajibkan mereka mengunduh aplikasi tambahan di penyimpanan gawai. Sementara itu, aturan integritas normalisasi database dikonfigurasikan secara ketat dengan menerapkan kunci tamu (foreign key) untuk mengikat data transaksi pesanan secara presisi dengan nomor meja fisik serta item menu yang dipilih. Langkah teknis ini terbukti efektif mengunci sesi transaksi sejak awal inisialisasi guna mengeliminasi munculnya data yatim (orphan data) di server.

Mekanisme Sinkronisasi Real-Time di Bawah Dua Detik

Penemuan krusial yang menjadi keunggulan utama dari aplikasi ini bertumpu pada ketahanan fitur real-time updates yang memanfaatkan protokol WebSockets pada Supabase Realtime. Protokol ini sukses membangun koneksi persisten yang bersifat dua arah (bi-directional) antara perangkat pengguna dan pelayan. Hasilnya luar biasa; setiap kali pelanggan menekan tombol penyelesaian belanja (checkout), data transaksi akan langsung dipancarkan dan muncul secara visual pada dasbor dapur administrator dalam skala waktu rata-rata di bawah dua detik. Pihak pengelola dapur dapat langsung memproses pesanan secara kronologis tanpa perlu melakukan penyegaran (refresh) halaman penjelajah web secara manual.

Untuk membuktikan validitas fungsionalitas antarmuka luar aplikasi, dilakukan pengujian menyeluruh menggunakan metode Black-Box Testing (Pengujian Kotak Hitam). Skenario uji dirancang berdasarkan tindakan nyata di lapangan, meliputi aspek inisialisasi sesi meja, akurasi kalkulasi aritmatika keranjang belanja otomatis, hingga ketahanan validasi input data kosong. Hasil pengujian fungsional tersebut mencatatkan tingkat keberhasilan penuh sebesar 100% tanpa terjadi kesalahan pembacaan sesi atau kebocoran akses otentikasi. Implementasi riil di lapangan menunjukkan dampak yang sangat signifikan, di mana kasus salah antar hidangan berhasil ditekan hingga hilang total, sekaligus sukses mendongkrak indeks kepuasan pelanggan sebesar 35%.

Dokumentasi Kegiatan

Kontribusi Akademis dan Spekulasi Interpretasi Masa Depan

Keberhasilan proyek rancang bangun ini tidak sekadar menjadi bukti pemenuhan kompetensi akademis mahasiswa Informatika UPGRIS dalam merekayasa perangkat lunak, tetapi juga memberikan kontribusi konkret bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui riset ini, terbukti bahwa pemanfaatan layanan Backend-as-a-Service (BaaS) mampu memotong kompleksitas infrastruktur server tradisional tanpa harus mengorbankan aspek keandalan data dan kecepatan performa.

Meski sistem ini telah menawarkan lompatan efisiensi yang tinggi, arah pengembangan di masa depan masih terbuka lebar. Berdasarkan realitas pengembangan saat ini, sistem penanganan transaksi baru sebatas mengotomatisasikan alur pengiriman pesanan hingga verifikasi internal dapur kafe, namun belum mengintegrasikan modul gerbang pembayaran otomatis (payment gateway) secara mandiri. Oleh karena itu, rekomendasi eksperimen selanjutnya akan difokuskan pada penyematan enkripsi kriptografi tingkat lanjut pada parameter URL kode respons cepat serta integrasi API (Application Programming Interface) sistem pembayaran digital pihak ketiga guna mewujudkan ekosistem pelayanan mandiri yang sepenuhnya nirkontak, aman, dan menyeluruh.

 

Tags: MAGANG INDUSTRI

Saran Baca Lanjut

Mahasiswa Informatika UPGRIS Laksanakan KKL di Bali

15 Sep 2025

Prodi Informatika UPGRIS Sambut Mahasiswa Baru Melalui POEMA 2025

30 Oct 2025