Magang menjadi salah satu pengalaman penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan kesempatan untuk merasakan langsung dunia kerja yang sebenarnya. Hal tersebut juga dialami oleh Rifqi Nur Abdillah selama menjalani program magang di kantor regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpusat di Semarang, tepatnya pada Divisi Dukungan Teknologi Informasi untuk Bisnis atau yang dikenal sebagai Divisi IT Support - Business Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program magang ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa agar mampu memahami lingkungan profesional, menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, serta mengembangkan keterampilan teknis maupun nonteknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Divisi Dukungan Teknologi Informasi untuk Bisnis merupakan salah satu divisi yang memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan operasional PT Telkomsel di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Divisi ini bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur teknologi informasi, pemeliharaan sistem, serta pemberian dukungan teknis yang menopang berbagai proses bisnis perusahaan di tingkat regional. Kehadiran mahasiswa magang dari Universitas PGRI Semarang di lingkungan kerja ini memberikan kesempatan untuk belajar langsung dari para profesional berpengalaman, memahami budaya kerja perusahaan, sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan teknologi informasi.

Selama menjalani program magang, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga terlibat dalam proses pembelajaran yang dinamis dan multidisiplin. Lingkungan kerja di divisi IT Support - Business memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai teknologi modern yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Salah satu bentuk pembelajaran yang dilakukan adalah pemanfaatan platform n8n untuk membangun otomatisasi alur kerja (workflow automation). Melalui platform ini, mahasiswa mempelajari bagaimana proses integrasi data antarsistem dapat dilakukan secara otomatis sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja operasional perusahaan.
Selain mempelajari otomasi sistem, mahasiswa juga diperkenalkan dengan pengembangan teknologi berbasis Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) menggunakan game engine Unity. Pengalaman ini memberikan wawasan baru mengenai implementasi teknologi imersif dalam mendukung proses bisnis dan transformasi digital di sektor telekomunikasi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang baik karena ruang lingkup pekerjaan tidak hanya terbatas pada satu bidang tertentu, melainkan mencakup berbagai pendekatan teknologi yang berkembang di dunia industri.

Di samping keterlibatan dalam proyek bersama tim, mahasiswa juga memperoleh tanggung jawab dalam bentuk tugas pribadi yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata. Salah satu luaran yang berhasil dikembangkan adalah Sistem Pemetaan Tren dan Klasifikasi Sentimen Keluhan Pengguna Telkomsel Tahun 2025. Proyek ini memanfaatkan bahasa pemrograman Python untuk mengolah data keluhan pelanggan dalam jumlah besar yang bersumber dari media sosial X (Twitter), melakukan pembersihan data dengan menghapus duplikasi atau spam, serta mengklasifikasikan teks keluhan berdasarkan topik permasalahan dan sentimen yang terkandung di dalamnya, seperti positif, negatif, maupun netral.
Melalui sistem pengolahan data mandiri ini, aliran feedback dari media sosial X tersebut berhasil dipetakan secara fokus ke dalam 5 kategori kendala utama, yaitu Sinyal (Signal), Layanan (Service), Kuota Data (Quota), Aplikasi MyTelkomsel (Application), dan Kartu SIM (SIM Card). Melalui kombinasi pemetaan kategori dan analisis sentimen ini, pihak manajemen divisi IT Support - Business tidak hanya mengetahui topik apa saja yang paling sering dikeluhkan sepanjang tahun 2025, tetapi juga dapat mengukur seberapa mendesak tingkat kepuasan dan urgensi perbaikan layanan yang harus segera dieksekusi di lapangan.
Pada akhirnya, esensi dari pendidikan tinggi yang berkualitas tercermin dari bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi atas tantangan riil di masyarakat industri. Pengalaman berharga selama di divisi IT Support - Business ini menegaskan bahwa proses belajar terbaik didapatkan melalui interaksi langsung dengan ekosistem kerja yang nyata. Bagi mahasiswa Informatika UPGRIS, setiap tantangan teknologi yang dihadapi selama magang merupakan investasi besar yang membentuk kompetensi, kemandirian, serta optimisme tinggi dalam menyongsong karier masa depan.