Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang sedang melaksanakan program magang,Muhammad Ma'ruf Syarifudin Dengan NPM 23670246ย memberikan kontribusi nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melihat keresahan para pelaku usaha terkait melonjaknya biaya administrasi di platform pasar daring (marketplace) besar seperti Shopee dan TikTok, mahasiswa UPGRIS menghadirkan solusi alternatif berupa pembuatan situs web e-commerce mandiri menggunakan WordPress.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret dalam menekan biaya operasional eksternal yang kian membengkak, sekaligus memberikan edukasi digitalisasi independen kepada para pelaku usaha di lokasi magang.
Solusi Mandiri di Tengah Lonjakan Biaya Administrasi

Perkembangan dunia digital memang membuka peluang lebar bagi pelaku usaha. Namun, kebijakan terbaru dari berbagai marketplace mengenai kenaikan tarif penanganan dan komisi dinilai cukup memberatkan margin keuntungan berskala kecil.
Melihat fenomena tersebut, mahasiswa UPGRIS berinisiatif memanfaatkan sistem manajemen konten (Content Management System/CMS) WordPress yang dikombinasikan dengan fitur WooCommerce. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat memiliki toko daring sendiri tanpa harus dipotong biaya administrasi harian per produk yang terjual.
Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan

Tidak sekadar membuatkan sistem, para mahasiswa magang juga memberikan pelatihan intensif mengenai tata cara pengelolaan produk, memperbarui stok, hingga mengintegrasikan sistem pembayaran (payment gateway) lokal serta pilihan ekspedisi pengiriman.Perwakilan mahasiswa magang UPGRIS menyampaikan bahwa program ini dirancang agar pelaku usaha tidak ketergantungan penuh pada platform pihak ketiga. Kepemilikan situs web mandiri juga dinilai mampu meningkatkan kredibilitas dan nilai profesionalisme merek di mata konsumen.
Kesimpulan
Program magang mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil menghadirkan solusi konkret bagi pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi WordPress untuk membuat toko daring (e-commerce) mandiri. Terobosan ini efektif mengantisipasi lonjakan biaya administrasi dari platform pihak ketiga seperti Shopee dan TikTok, sehingga mampu memotong biaya operasional dan menjaga margin keuntungan pelaku usaha. Melalui pelatihan intensif yang diberikan, program ini tidak hanya memodernisasi sistem penjualan mitra, tetapi juga mendorong kemandirian digital yang berkelanjutan dan memperkuat daya saing ekonomi lokal