SEMARANG - Rizqi Nurulita NPM 23670025, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), mendapatkan kesempatan berharga menjalani program magang di Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) Kelas A Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di unit Tata Usaha Industrial Business Center (IBC) Sampangan, pada periode 27 Januari hingga 16 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan akademik dan pengawasan intensif dari pihak kampus serta mitra industri.

Terjun Langsung dalam Pengembangan Sistem Daerah
Di bawah bimbingan dan supervisi mentor lapangan, Ibu Sutrini, SE., MM., mahasiswa tidak sekadar menjadi pengamat. Sebagai Software Developer, mahasiswa terlibat penuh dalam mentransformasikan data inventaris fisik ke dalam sistem digital. Tanggung jawab tersebut meliputi seluruh tahapan rekayasa perangkat lunak dengan mengimplementasikan metode Waterfall, mulai dari analisis kebutuhan instansi, perancangan diagram sistem, pengkodean basis data, hingga pengujian fungsionalitas aplikasi secara menyeluruh bersama jajaran pengelola balai.

AsetKu sebagai Solusi Tata Kelola Inventaris Terpadu
Pencapaian utama dari magang ini adalah keberhasilan merancang dan membangun aplikasi berbasis web bernama AsetKu menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dan basis data MySQL. Aplikasi ini hadir sebagai solusi konkrit untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi oleh unit Tata Usaha BIKDK Jateng, yaitu proses pencatatan aset daerah yang selama ini masih mengandalkan buku besar konvensional. Sistem manual tersebut memiliki risiko tinggi terhadap kehilangan data, kesulitan pelacakan fisik barang, hingga kerentanan kesalahan hitung nilai penyusutan.
AsetKu dirancang dengan antarmuka yang bersih dan responsif berkat dukungan framework Bootstrap, sehingga dasbor utamanya dapat diakses secara optimal baik melalui perangkat komputer maupun layar smartphone. Halaman utama aplikasi menyambut pengguna dengan tampilan kartu informasi (infobox) interaktif yang menyajikan statistik jumlah total aset, aset berkondisi baik, transaksi barang yang sedang dipinjam, hingga jumlah barang rusak yang memerlukan tindak lanjut birokrasi secara real-time.
Pada fitur manajemen data, Admin dapat mengelola data master kategori serta lokasi ruangan secara terstruktur. Saat pengadaan barang baru, Admin cukup menginput spesifikasi teknis, tanggal pembelian, dan harga perolehan awal ke dalam formulir digital. Secara otomatis, sistem akan menciptakan nomor identitas unik (unique identifier) dan mengonversinya menjadi stiker label QR Code yang siap dicetak dan ditempelkan pada fisik barang inventaris.
Secara teknis, aplikasi ini membawa dua keunggulan utama. Pertama, integrasi fitur Kamera Scanner QR Code menggunakan library JavaScript (HTML5-QRCode) yang memungkinkan pegawai melakukan audit atau pelacakan posisi aset secara instan hanya dengan memindai stiker lewat kamera browser HP. Kedua, implementasi Kalkulator Penyusutan Otomatis menggunakan metode garis lurus dengan potongan fiskal tetap sebesar 25% per tahun sesuai regulasi PPh Pasal 11. Melalui logika pemrograman ini, nilai sisa buku ekonomi barang akan terhitung otomatis tanpa risiko human error. Sistem ini juga terintegrasi elektronik dengan Sistem Surat Pemprov untuk menerbitkan draf dokumen resmi "Berita Acara Kerusakan" secara instan saat ditemukan inventaris yang bermasalah. Seluruh fungsionalitas ini telah diuji menggunakan metode Black Box Testing dengan hasil berjalan sangat baik.
Pengalaman Berharga dan Kolaborasi Profesional
Melalui proyek nyata ini, keahlian mahasiswa dalam pemrograman back-end menggunakan PHP Native, pengelolaan kueri basis data relasional MySQL, dan optimasi keamanan sistem dari ancaman SQL Injection semakin terasah tajam. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami alur birokrasi pemerintahan dan menyinkronkannya ke dalam prosedur bisnis perangkat lunak. Kolaborasi dan komunikasi profesional pun berjalan erat bersama mentor serta seluruh staf sarana prasarana BIKDK selama proses pengumpulan data dan verifikasi fisik di lapangan.

Selain kemampuan teknis, kemampuan komunikasi dalam menyampaikan ide digitalisasi kepada pengguna non-teknis, kedisiplinan manajemen waktu, serta perluasan jaringan profesional dengan para praktisi pemerintahan ikut berkembang pesat selama masa magang.
Langkah Nyata Mahasiswa untuk Masyarakat
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Informatika UPGRIS mampu menghasilkan karya teknologi yang solutif dan berdampak nyata bagi efisiensi tata kelola administrasi publik di instansi daerah, bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. Pendidikan tinggi yang sesungguhnya bukan hanya soal nilai di atas kertas, melainkan keberanian untuk mengonversi pemahaman teoritis akademik menjadi keterampilan praktis yang siap pakai dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat serta instansi kerja nyata.