Semarang - Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Maurix Ashabira Thaulana dengan NPM 23670016, telah menyelesaikan kegiatan magang di Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang selama periode 12 Januari hingga 12 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang bertujuan memberikan pengalaman kerja langsung di dunia industri teknologi informasi, khususnya dalam pengelolaan infrastruktur jaringan dan sistem multimedia instansi pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan magang ini mendapatkan bimbingan langsung dari Bapak Nasryil Arif, S.T, selaku mentor, Kepala Magang IT Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang. Serta Ibu Khoiriya Latifah, S.Kom., M.Kom Sebagai Dosen Pembimbing.
Pengembangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Magang

Praktik Kerja Lapangan merupakan tahapan penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan yang dipelajari secara langsung di sektor industri. Sebagai wujud nyata kontribusi dalam pengembangan teknologi, Maurix Ashabira Thaulana, mahasiswa program studi Informatika dari Universitas PGRI Semarang, telah berhasil merancang dan mengembangkan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Magang (SIPPM) berbasis situs web. Sistem ini dirancang secara khusus untuk mendigitalisasi dan mempermudah alur pendaftaran, seleksi, hingga administrasi penerimaan magang secara terpusat.
Dasbor Utama dan Pemantauan Status Terpadu
Pengembangan sistem ini mengutamakan kemudahan antarmuka bagi penggunanya. Pada halaman dasbor utama, sistem menyajikan sapaan personalisasi bagi pengguna yang telah masuk (login). Dasbor ini menampilkan ringkasan statistik yang krusial untuk pemantauan, meliputi total pengajuan yang masuk, jumlah pengajuan dengan status diterima, jumlah yang berstatus menunggu, serta jumlah yang ditolak. Antarmuka ini memberikan gambaran menyeluruh bagi administrator instansi maupun pendaftar secara aktual (real-time).
Modul Pendaftaran dan Evaluasi Pengajuan
Sistem ini memfasilitasi alur pendaftaran nirkertas (paperless) melalui modul Formulir Pengajuan. Pada bagian ini, calon peserta magang diwajibkan untuk melengkapi persyaratan dan mengunggah dokumen penting, seperti daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae/CV) dan surat pengantar dalam format Portable Document Format (PDF). Sistem dirancang untuk dapat menangani pengunggahan dokumen ganda (multi-file) dengan batasan ukuran berkas yang terukur.
Setelah proses pendaftaran selesai, pihak pengelola instansi dapat menggunakan modul Persetujuan Magang untuk meninjau daftar pengajuan yang masuk. Modul ini memungkinkan administrator untuk memberikan keputusan akhir berupa status persetujuan, penolakan, atau memasukkan kandidat ke dalam daftar tunggu peninjauan (review).
Keamanan Sistem dan Manajemen Pengguna
Faktor keamanan dan tata kelola data menjadi fokus utama dalam perancangan sistem ini. Sistem ini mengimplementasikan konsep keamanan otorisasi melalui manajemen peran dan hak akses (role and permission).
Melalui modul Manajemen Hak Akses Pengguna, administrator berwenang untuk mengelola profil pengguna lain dan mengatur batasan akses mereka secara spesifik di dalam sistem. Fitur ini mengendalikan siapa saja yang berhak melihat lampiran dokumen pendaftar maupun memberikan persetujuan magang, sehingga integritas data instansi tetap terjaga.
Selain itu, sistem memberikan keleluasaan bagi setiap pengguna untuk mengelola keamanan akun pribadinya melalui modul Pengaturan Profil. Pada halaman ini, pengguna dapat memperbarui informasi pribadi, mengubah Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) atau Nomor Induk Siswa (NIS), serta melakukan pembaruan kata sandi (password).
Profil Pengembang dan Teknologi Pendukung
Sebagai wujud transparansi dan portofolio pengembangan, sistem dilengkapi dengan halaman Tentang Pembuat. Halaman ini memuat profil pengembang beserta tumpukan teknologi (tech stack) yang dikuasai dan diimplementasikan, seperti kerangka kerja Laravel yang menggunakan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP), Tailwind Cascading Style Sheets (CSS) untuk antarmuka yang modern, serta basis data yang komprehensif. Keseluruhan sistem ini menjadi bukti nyata kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan rekayasa perangkat lunak di dunia profesional.
Dukungan Teknologi Informasi dan Penyiaran Langsung pada Kegiatan Keagamaan di Lingkungan Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang

Peran Teknologi Informasi (TI) dalam mendukung berbagai kegiatan di institusi pendidikan kini semakin krusial. Teknologi tidak hanya dimanfaatkan untuk pengelolaan data administratif, melainkan juga untuk optimalisasi publikasi dan penyiaran multimedia secara waktu nyata (real-time). Maurix Ashabira Thaulana, seorang mahasiswa program studi Informatika dari Universitas PGRI Semarang, mengimplementasikan kompetensi teknisnya melalui keterlibatan langsung dalam manajemen penyiaran digital selama masa praktik kerja lapangan. Keterampilan teknis ini diterapkan untuk mendukung kelancaran agenda besar yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan setempat.
Konfigurasi Perangkat Lunak Open Broadcaster Software Studio untuk Penyiaran Langsung
Salah satu aktivitas utama operasional yang dilakukan adalah penyiaran langsung (live streaming) untuk acara Khatmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi yang diselenggarakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Hidayatullah Semarang. Proses penyiaran digital ini memanfaatkan perangkat lunak Open Broadcaster Software (OBS) Studio untuk memastikan distribusi video dan audio berjalan dengan lancar dan profesional.
Terlihat bahwa sistem penyiaran diatur menggunakan Mode Studio (Studio Mode). Fitur ini memisahkan tampilan menjadi dua bagian utama, yaitu layar pratinjau (preview) di sisi kiri untuk mempersiapkan adegan (scene) berikutnya, dan layar program (program) di sisi kanan yang menunjukkan hasil tayangan yang sedang disiarkan kepada penonton. Penggunaan sistem penyiaran digital ini membantu memperluas jangkauan pemirsa sehingga wali murid dan masyarakat umum dapat mengikuti jalannya prosesi wisuda tahfidz dan tartil Al-Qur'an tersebut secara daring.
Manajemen Elemen Grafis dan Pengandalian Audio-Visual
Selain mengatur perpindahan antaradegan, kendali penuh juga dilakukan pada aspek pencampuran audio (audio mixer) dan pengelolaan perangkat penangkap video (video capture device). Pemantauan indikator volume suara pada dasbor perangkat lunak menjadi perhatian penting untuk mencegah terjadinya gangguan suara ataupun distorsi selama acara berlangsung. Seluruh elemen grafis, termasuk lambang institusi dan teks informasi mengenai capaian juz para peserta (Juz 1, 2, 3, 4, 5, dan 30), diintegrasikan secara presisi ke dalam bingkai tayangan.
Melalui pelaksanaan tugas teknis ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan dalam rekayasa perangkat lunak, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang mendalam mengenai manajemen media penyiaran, pemecahan masalah secara cepat (troubleshooting), serta komunikasi koordinatif di dalam tim kerja profesional. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata bagaimana implementasi ilmu informatika mampu mendukung serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan di sektor publik dan pendidikan.
Pemeliharaan Infrastruktur Keamanan : Optimalisasi Sistem Kamera Pengawas di Lingkungan Instansi

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa program studi Informatika tidak hanya terbatas pada pengembangan perangkat lunak, melainkan juga mencakup pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur fisik Teknologi Informasi (TI). Maurix Ashabira Thaulana, mahasiswa Informatika dari Universitas PGRI Semarang, melaksanakan tugas pemeliharaan teknis (hardware support) dan optimalisasi sistem keamanan lingkungan. Aktivitas harian ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat penunjang keamanan operasional di lokasi magang dapat berfungsi secara berkelanjutan tanpa adanya kendala teknis.
Instalasi dan Penyelarasan Sudut Pandang Kamera Pengawas
Salah satu fokus utama dalam pemeliharaan infrastruktur ini adalah melakukan penataan ulang dan peningkatan kualitas visual pada sistem Kamera Pengawas (Closed Circuit Television/CCTV). Proses ini dilakukan untuk mengatasi kendala titik buta (blind spot) yang dapat mengurangi efektivitas pemantauan keamanan di area koridor dan selasar instansi.
Terlihat pelaksanaan kalibrasi arah lensa kamera yang terpasang di langit-langit gedung. Agar proses penentuan sudut pandang (angle) berlangsung presisi, pengerjaan dibantu dengan menggunakan perangkat komputer tablet yang terhubung langsung ke sistem penyiaran video (video stream) lokal. Metode verifikasi langsung secara waktu nyata (real-time) ini mempermudah teknisi dalam memastikan bahwa area tangkapan kamera telah mencakup seluruh ruang dinamis yang ditargetkan sebelum posisi kamera dikunci secara permanen.
Perbaikan Jaringan Kabel dan Pemeliharaan Perangkat Pendukung
Selain penyelarasan lensa, pemeliharaan juga difokuskan pada jalur transmisi data dan kelistrikan perangkat pengawas. Kendala pada kamera pengawas sering kali disebabkan oleh korosi kabel, konektor yang longgar, atau gangguan distribusi daya akibat tata letak kabel yang kurang rapi di sekitar perangkat elektronik lainnya.

Sebagaimana terdokumentasi dilakukan pelacakan jalur kabel (cable routing) dan perbaikan konektor yang terpasang di area dinding utama. Area pengerjaan yang berdampingan dengan perangkat pengeras suara dan penunjuk waktu dunia tersebut menuntut ketelitian tinggi agar proses perbaikan tidak mengganggu jalur kelistrikan fasilitas lain. Penggantian konektor yang aus dan perapian kabel dilakukan guna meminimalkan risiko terjadinya gangguan sinyal (noise) pada hasil rekaman video.
Melalui rangkaian aktivitas pemeliharaan infrastruktur ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang mendalam mengenai penanganan gangguan (troubleshooting) perangkat keras secara langsung di lapangan. Kemampuan teknis dalam mengelola integrasi perangkat keras dan jaringan ini menjadi kompetensi tambahan yang sangat berharga bagi seorang calon sarjana komputer dalam menghadapi kompleksitas dunia kerja profesional.
Pemeliharaan Infrastruktur Jaringan : Instalasi dan Penataan Lemari Kabinet Data di Lingkungan Instansi
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan merupakan momentum krusial bagi mahasiswa untuk menerapkan lini keilmuan teknologi secara praktis. Maurix Ashabira Thaulana, mahasiswa program studi Informatika dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), melaksanakan serangkaian aktivitas pemeliharaan infrastruktur jaringan komputer harian. Fokus utama dari kegiatan operasional ini adalah melakukan penataan ulang, instalasi perangkat keras, serta manajemen pengabelan pada pusat distribusi data lokal guna memastikan stabilitas konektivitas internet dan jaringan lokal di seluruh area kerja.
Pemasangan dan Pemeliharaan Lemari Kabinet Jaringan Dinding
Perangkat keras jaringan seperti sakelar (switch hub), panel hubung (patch panel), dan ruter membutuhkan pelindung khusus agar terhindar dari debu, kelembapan, serta gangguan fisik. Oleh karena itu, dilakukan optimalisasi penempatan lemari kabinet jaringan dinding (wallmount rack cabinet) yang terletak di area selasar atas instansi.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat proses pemeriksaan fisik dan fiksasi kedudukan lemari kabinet jaringan yang terpasang di dekat langit-langit gedung. Pengerjaan ini dilakukan dengan menggunakan tangga pengaman untuk memastikan posisi kabinet benar-benar kokoh dan sejajar. Langkah pemeliharaan fisik ini sangat penting guna menahan beban seluruh perangkat keras dan beban tarikan puluhan kabel jaringan yang terpusat di dalamnya.
Manajemen Pengabelan Terstruktur dan Tata Kelola Jalur Data
Setelah struktur kabinet dipastikan aman, tahapan berikutnya yang paling membutuhkan ketelitian adalah manajemen pengabelan terstruktur (structured cabling management). Pengabelan yang tidak rapi dapat memicu timbulnya interferensi sinyal, menyulitkan proses identifikasi jalur, serta menghambat sirkulasi udara di dalam kabinet yang berpotensi menyebabkan perangkat mengalami panas berlebih (overheating).

Sebagaimana ditunjukkan dalam dokumentasi, dilakukan pengelompokan jalur kabel berdasarkan peruntukan ruangan. Kabel jaringan jenis Unshielded Twisted Pair (UTP) berwarna biru ditata sedemikian rupa menggunakan pengikat kabel (cable ties). Selain itu, sisa kabel cadangan (slack) digulung dengan radius tekukan yang aman agar serat tembaga di dalam kabel tidak patah. Proses ini memastikan interkoneksi antara perangkat penyedia internet utama menuju unit komputer pribadi (Personal Computer/PC) kerja para staf dapat berjalan pada kecepatan optimal tanpa adanya paket data yang hilang (packet loss).
Melalui penataan infrastruktur yang sistematis ini, proses deteksi dini kendala (troubleshooting) jaringan di masa mendatang akan menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Pengalaman praktis dalam mengelola aspek fisik dan logis dari jaringan komputer ini memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa mengenai standar operasional prosedur kerja seorang teknisi jaringan profesional di dunia industri yang sesungguhnya.
Audit Performa Jaringan : Pengujian Lebar Pita dan Verifikasi Konektivitas Internet Pascainstalasi Infrastruktur

Tahap akhir yang paling krusial dalam pemeliharaan infrastruktur jaringan komputer adalah proses pengujian kualitas layanan. Setelah melakukan penataan fisik pada perangkat keras, verifikasi logis wajib dilakukan untuk memastikan aliran data berjalan tanpa hambatan. Maurix Ashabira Thaulana, mahasiswa program studi Informatika dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), melakukan pengujian performa jaringan (network performance testing) secara langsung di lokasi kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Langkah ini diambil guna menjamin kualitas interkoneksi yang dinikmati oleh seluruh pengguna di lingkungan instansi.
Pengujian Kecepatan Transmisi Data Menggunakan Jalur Kabel Terstruktur
Proses audit ini dilakukan dengan menghubungkan komputer jinjing (laptop) penguji secara langsung ke titik akses sakelar menggunakan kabel jaringan Jaringan Area Lokal (Local Area Network/LAN). Langkah pengujian langsung lewat jalur kabel dilakukan untuk mendapatkan hasil ukur murni yang objektif tanpa adanya faktor interferensi frekuensi udara seperti pada jaringan nirkabel.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat mahasiswa informatika yang mengenakan wearpack identitas Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang sedang menganalisis grafik performa transmisi data. Pengujian dilakukan secara waktu nyata (real-time) melalui platform uji kecepatan lebar pita (bandwidth speedtest). Melalui layar monitor, parameter kapasitas unduh (download speed) dan kapasitas unggah (upload speed) diukur dalam satuan Megabit per detik (Megabits per second/Mbps) untuk memastikan distribusi kuota data pascapenataan lemari kabinet berada pada batas optimal yang disyaratkan.
Analisis Parameter Kualitas Layanan Jaringan
Pengujian performa ini tidak hanya berfokus pada kecepatan puncak semata, melainkan juga melakukan analisis mendalam terhadap parameter Kualitas Layanan (Quality of Service/QoS). Parameter tersebut memegang peranan penting dalam menentukan kenyamanan pertukaran data operasional harian instansi.
Aspek utama yang dievaluasi mencakup tingkat latensi (ping), variasi keterlambatan sinyal (jitter), serta persentase kegagalan pengiriman paket data (packet loss). Melalui hasil pengujian terukur yang stabil, sistem jaringan dipastikan mampu menangani beban kerja tinggi, seperti untuk keperluan konferensi video, akses basis data terpusat, hingga pengunggahan dokumen administrasi berukuran besar oleh staf instansi tanpa mengalami kendala pemutusan koneksi sepihak.
Rangkaian pengujian terstruktur ini menutup seluruh tahapan siklus pemeliharaan infrastruktur jaringan komputer secara profesional. Pengalaman langsung dalam melakukan diagnosis performa, membaca grafik telemetri jaringan, serta menarik kesimpulan analitis di lapangan memberikan wawasan praktis yang sangat bernilai bagi mahasiswa Informatika dalam mendalami kompetensi sebagai seorang teknisi jaringan dan analis sistem di masa depan.