Mahasiswa Informatika Universitas-PGRI Semarang Kembangkan Sistem Deteksi Dini Kebocoran Air untuk PDAM Semarang Timur
Jaringan pipa air PDAM memiliki panjang mencapai jutaan meter dengan ratusan ribu cabang serta penataan instalasi yang cukup rumit. Kondisi tersebut sering menyebabkan kebocoran pada titik-titik tertentu sulit dideteksi secara manual.
Biasanya, kebocoran terdeteksi melalui laporan masyarakat. Namun, kebocoran yang terjadi di jalur sepi, jauh dari pemukiman, dan tidak terlihat secara langsung memerlukan penanganan khusus.

Hal inilah yang coba dijawab oleh seorang mahasiswa Teknik Informatika Universitas-PGRI Semarang yang sedang magang di PDAM Kota Semarang cabang Semarang Timur bernama Laras Wulansari. Ia berusaha membuat sistem untuk mendeteksi kebocoran air sejak dini.
Laras menjelaskan bahwa sistem deteksi kebocoran ini menggunakan metode anomali deteksi berbasis machine learning. Sistem yang dirancang dengan arahan dosen pembimbing Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom. ini dapat membantu membaca potensi kebocoran di wilayah tertentu.
Sistem ini bekerja dengan menganalisis data penggunaan air pelanggan selama enam bulan untuk mendeteksi pola tidak lazim yang mengindikasikan kebocoran. Dengan demikian, pihak PDAM dapat segera menangani masalah tersebut.
