Semarang — Program Magang Industri kembali menghasilkan inovasi digital yang memberikan dampak nyata bagi industri. Raditya Ario Seto, seorang mahasiswa program studi Teknik Informatika di Universitas PGRI Semarang, berhasil menyelesaikan program magang strategis di PT Telkomsel wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selama periode itu, Raditya ditempatkan di Divisi IT Support - Business, sebuah divisi yang memiliki peran penting dalam memastikan stabilitas sistem teknologi dan lancarnya proses kerja perusahaan. Bagi Raditya, kesempatan ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bagaimana teori yang diajarkan di bangku kuliah bisa diterapkan ke dalam kebutuhan nyata di industri telekomunikasi modern yang beroperasi di skala nasional.
Menjawab Tantangan Efisiensi Operasional
Selama melakukan pekerjaan sehari-hari, Raditya menemukan bahwa ada peluang untuk meningkatkan sistem administrasi internal perusahaan. Dua masalah utama yang ditemukan adalah proses penilaian manual terhadap laporan kerja mingguan karyawan yang memakan waktu sekitar lima menit per dokumen, serta risiko yang tinggi terhadap beban komputasi yang berlebihan jika seluruh pengolahan data dilakukan di server lokal.

Dari masalah itu, Raditya mengeluarkan solusi digital dengan membuat sistem informasi manajemen karyawan berbasis web. Proyek ini dikerjakan secara terorganisasi menggunakan metode Waterfall, sehingga setiap tahapan mulai dari analisis kebutuhan lembaga, pembuatan diagram Unified Modeling Language (UML), hingga penulisan kode bisa berjalan dengan rapi dan teratur.
Arsitektur Modern dan Integrasi Kecerdasan Buatan
Inovasi utama dari sistem manajemen ini adalah penggunaan arsitektur terpisah. Raditya membuat bagian tampilan depan (frontend) dengan menggunakan React.js yang bisa berinteraksi, serta bagian belakang (backend) yang didasarkan pada framework Laravel

Untuk menangani masalah laporan kerja, sistem ini menggunakan platform otomatisasi n8n yang terhubung langsung ke OpenRouter Application Programming Interface (API). Dengan bantuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) berbasis arsitektur Transformer, sistem dapat menganalisis makna teks secara mandiri dan menawarkan beberapa keunggulan, seperti:
- Akselerasi Penilaian Super Cepat: Proses perbaikan dan pemberian penilaian terhadap laporan kerja yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini telah selesai secara otomatis dan bersifat objektif dalam waktu 1.057 milidetik, sekitar satu detik.
- Presensi Pintar Menggunakan Geofencing: Menggabungkan API Lokasi HTML5 dan API Kamera untuk memastikan validasi hadir dilakukan melalui koordinat GPS dan foto diri secara langsung di area sekitar kantor PT Telkomsel.
- Skalabilitas Masa Depan: Arsitektur web ini dibuat fleksibel untuk fase pemeliharaan, seperti siapnya fitur Anti-Fake GPS dan pindahnya model AI ke server lokal (on-premise) demi melindungi data internal Telkomsel.
Apresiasi dan Sinergi Dunia Industri
Inovasi sistem web cerdas yang dipresentasikan di hadapan pembimbing lapangan dan tim kerja PT Telkomsel mendapat tanggapan baik karena memberikan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan memastikan stabilitas infrastruktur server. Bagi Raditya sendiri, proyek inovatif ini berhasil membuatnya lebih mahir dalam bidang arsitektur perangkat lunak, manajemen API, dan kecerdasan buatan, sekaligus meningkatkan kemampuannya berpikir kritis dan menyelesaikan masalah.
Keberhasilan proyek ini menunjukkan kerja sama yang baik antara Universitas PGRI Semarang dan PT Telkomsel dalam membentuk tenaga ahli digital yang mampu memberikan solusi teknologi terbaru langsung di lingkungan perusahaan nasional.