SEMARANG - Aditya Rizki Maulana Zacki, mahasiswa program studi Informatika Universitas PGRI Semarang, berhasil mengembangkan Sistem Informasi Monitoring dan Maintenance (Pemeliharaan) Aset berbasis web. Inovasi digital ini diimplementasikan di Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) guna mengoptimalkan pengelolaan inventaris instansi.
Solusi QR Code Atasi Kendala Manual Sebelumnya, pencatatan aset di BIKDK yang masih semi-manual menyebabkan lambatnya birokrasi pelaporan kerusakan dan menyulitkan pelacakan riwayat perbaikan alat. Dampaknya, aktivitas operasional sering terhenti cukup lama akibat keterlambatan penanganan teknis.
Mengatasi masalah tersebut, Aditya merancang sistem terpusat menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dan MySQL yang mengintegrasikan teknologi QR Code (Kode Respons Cepat). Dengan sistem ini, staf instansi hanya perlu memindai QR Code yang tertempel pada perangkat keras menggunakan kamera ponsel pintar untuk membuat tiket laporan kerusakan secara seketika.

Sistem Terpusat dan Aman Sistem pelaporan ini mengusung metode Role-Based Access Control (Kontrol Akses Berbasis Peran), yang memisahkan hak akses secara spesifik untuk Admin, Teknisi, dan Karyawan. Seluruh proses dikelola melalui sebuah Dasbor Admin yang bersih dan minimalis agar mudah digunakan.

Dari segi keamanan siber, sistem ini telah dilengkapi pelindung PDO Prepared Statements dan teknik sanitasi masukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah modifikasi data ilegal seperti injeksi SQL (SQL Injection) dan peretasan Cross-Site Scripting (XSS).
Berdasarkan hasil pengujian, inovasi sistem berbasis web ini terbukti efektif. Sistem ini sukses memangkas waktu birokrasi, mempercepat respons perbaikan teknisi, dan mendigitalkan rekam jejak pemeliharaan aset secara akurat di BIKDK.