Filosofi Burung Hantu lahir pada tanggal 1 Juli 2026, saat ajang IN-FEST 2026.

Gambar burung hantu yang Anda unggah punya makna simbolis yang kuat bila dikaitkan dengan Program Studi Informatika UPGRIS. Mari saya jelaskan lapisan maknanya:

 

Simbol Burung Hantu

  • Burung hantu secara tradisional melambangkan kebijaksanaan dan pengetahuan. Ini selaras dengan misi akademik Informatika UPGRIS untuk mencetak lulusan yang cerdas dan berwawasan luas. 

  • Pose percaya diri dengan senyum ceria menunjukkan semangat inovasi dan optimisme menghadapi tantangan era digital.

Elemen Modern (Kacamata & Hoodie)

  • Kacamata biru → melambangkan ketelitian, analisis, dan fokus pada detail, kualitas penting dalam dunia pemrograman, data, dan riset teknologi.

  • Hoodie bertuliskan “INFORMATIKA” → identitas jelas bahwa karakter ini adalah representasi mahasiswa Informatika UPGRIS: santai, kreatif, tetapi tetap profesional.

CODE “</>” di Dada

  • Menunjukan keterkaitan erat dengan Web Programming, salah satu bidang unggulan sebagai profil lulusan yang dipelajari di Informatika UPGRIS.

  • Menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menguasai teknologi mutakhir seperti yang siap menjadi Frontend/Backend Engineer, atau Fullstack Developer.

Patch “AI” di Lengan

  • Menunjukkan keterkaitan erat dengan Artificial Intelligence, salah satu bidang unggulan yang dipelajari di Informatika UPGRIS.

  • Menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menguasai teknologi mutakhir seperti Data Scientist AI, IoT, AR, Researcher dan Computer Vision.

Emblem Teknologi di Topi

  • Melambangkan semangat engineering dan inovasi teknologi.

  • Menegaskan bahwa Informatika UPGRIS berfokus pada pengembangan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

Kesimpulan

Karakter burung hantu ini bisa dimaknai sebagai maskot Informatika UPGRIS:

“Perpaduan Local Wisdom dengan semangat Teknologi Modern, mencerminkan mahasiswa Informatika UPGRIS yang cerdas, inovatif, dan siap bersaing di era digital.”